Misalnya ada keluarga Bunda yang menggunakan bahasa Mandarin di kesehariannya, tapi keluarga ayah menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris akan menyebabkan si Kecil bingung.
Namun kebanyakan sang buah hati mengalami speech delay lantaran kurang stimulasi atau anak terpapar dengan gadget, sehingga kurang bersosialisasi dengan orang lain.
Kemampuan seorang anak mulai mengoceh atau babbling seringkali bersamaan kemampuannya dengan kemapuan motorik halus.
Beberapa anak ada yang lebih cepat berbicara daripada anak-anak lain, tetapi ada pula anak-anak yang perlu waktu untuk memahami dan menyatakan maksudnya.
Orang tua perlu memperhatikan setiap tahapan kemampuan berbicara sesuai usia, dengan demikian bila ada keterlambatan bicara dapat segera dicari solusinya.
Maka dari itu, Bunda atau ayah harus mengetahui apa yang menjadi penyebab sensory processing disorder.
Penyebab pasti SPD hingga saat ini belum diketahui namun diperkirakan berhubungan dengan genetik seseorang dan faktor lingkungan.
SPD berkaitan dengan gangguan psikologi lainnya seperti autism spectrum disorder, attention deficit hyperactivity disorder, down syndrom, dan sebagainya.
Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian SPD pada anak antara lain:
- Komplikasi selama ibu hamil dan bersalin.
- Berat badan lahir rendah.
- Lahir prematur.
- Konsumsi obat terlarang dan alkohol selama kehamilan.
- Paparan berlebihan dengan zat kimia berbahaya.