Tantrum pada anak, Termasuk Gejala Speech Delay?

Copy Link

Kesehatan MentalTumbuh Kembang
16 May 2022
AuthorGeneros2

Jika orang tua menemui kondisi tersebut, orang tua dapat memeriksakan ke spesialis THT untuk memeriksakan pendengaran anak. Karena kalau terdapat masalah di pendengaran anak, Bunda bisa mengoreksinya dengan alat bantu dengar sehingga dia bisa mendengarkan instruksi kita, dia bisa menirukan dan mengekspresikan apa yang dia mau. Begitulah hubungan antara speech delay dengan tantrum.

Jadi ketika sudah dikoreksi dengan alat bantu dengar, saat itulah bisa dilakukan terapi wicara dan terapi perilaku kepada si kecil. Karena anak sempat mengalami fase tidak mendengar dan fase interaksi sosialnya juga terhambat karena anak tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun. Hal tersebut tentunya membutuhkan waktu yang lama sehingga membutuhkan kesabaran ekstra dari para orang tuanya. Itulah hubungan antara speech delay dengan tantrum.

Baca Juga  Stop Diskriminasi Disabilitas Intelektual

Akan tetapi, setiap anak yang belum dapat berbicara dengan lancar akan memiliki gejala tantrum. Sehingga tidak dapat langsung dikatakan sebagai autisme. Karena untuk menyimpulkan seorang anak terkena autisme perlu dilihat gejala autisme lainnya atau jika perlu dapat dibawa ke profesional.

Dampak Tantrum pada Anak

Terdapat efek positif dan efek negatifnya. Efek positifnya anak dapat mengekspresikan perasaannya, fase normal dari perkembangan kepribadiannya, yang terpenting orang tua dapat membuat ikatan (bonding) dengan anak, sehingga ketika anak tantrum tidak menjadi tantrum yang menyakiti dirinya sendiri.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya