11 Hal yang Harus Dilakukan Saat Anak Terapi Wicara

Copy Link

KeluargaTumbuh Kembang
7 June 2022
author

Sementara itu, kasus speech delay di era pandemi tidak dipungkiri cukup meningkat. Hal itu disebabkan pemakaian gawai yang berlebihan. Akibatnya, interaksi dan aktivitas sosial anak berkurang.

Jika Ayah dan Bunda mengetahui ada tanda-tanda bahwa si Kecil mengalami terlambat bicara maka sebaiknya segera dilakukan tindakan. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah memberikan stimulasi lebih intensif. Selain itu Ayah dan Bunda juga bisa melakukan cara lain seperti membawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan atau diagnosis.

Setelah ada diagnosis biasanya dokter akan merujuk ke terapis untuk kemudian dilakukan terapi wicara. Namun ada beberapa hal yang perlu Ayah dan Bunda perhatikan ketika anak melakukan terapi wicara. Berikut beberapa hal tersebut dilakukan untuk mendukung terapi dapat berjalan dengan optimal, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pemantauan Mandiri

Hal yang dapat dilakukan untuk mendukung terapi adalah dengan memiliki kesadaran untuk melakukan pemantauan mandiri. Para orang tua bisa mengenal tahapan kemampuan tumbuh kembang anak, melakukan pencatatan pencapaian di buku KIA, dan melakukan tes mandiri fungsi pendengaran bayi/anak.

Baca Juga  Generos Sebagai Nutrisi Optimalkan Manfaat Puasa
peran-ayah-dalam-tumbuh-kembang-anak
Anak bermain bersama Ayah dan Bunda

2. Menyediakan Waktu dan Sarana

Kedua, meluangkan waktu dan menyediakan media/sarana untuk mendukung kemampuan bicara anak. Contohnya adalah buku-buku bergambar, poster bergambar, nyanyian/lagu-lagu, dongeng cerita, bermain peran, menyusun balok, hingga lilin plastisin.

3. Interaksi Supportif

Ketiga, mendukung interaksi yang supportif dengan anak. Misalnya berbicara dengan kalimat lengkap, komunikasi dua arah, dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan terbuka.

4. Tidak Mendiagnosa Sendiri

Keempat, Kesadaran kedua orang tua untuk tidak mendiagnosa sendiri tanpa bantuan profesional. Lalu, segera mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan.

5. Libatkan Anak dalam Kegiatan Orang Tua

Keenam, melibatkan anak dalam kegiatan bersama orang tua. Dengan begitu maka anak akan merasa bahwa dirinya berharga dan dapat bertindak seperti orang dewasa. Selain itu dengan terlibatnya anak dalam kegiatan orang tuanya dapat menambah wawasan anak serta adanya interaksi dalam kegiatan tersebut juga turut menambah kosa kata anak sekaligus melatih kemampuan bicaranya.

Baca Juga  Puasa Bukan Halangan! Ini 5 Cara Bunda Dukung si Kecil Tetap Aktif dan Cerdas
Tags :
Artikel Terbaru

Artikel Lainnya