Picky eater pada anak-anak dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari preferensi rasa, tekstur makanan, hingga kondisi psikologis anak.
Anak-anak cenderung lebih sensitif terhadap rasa pahit, biasanya terdapat dalam sayuran tertentu, sehingga mereka sering kali menolak makanan yang sebenarnya bernutrisi tinggi.
Pada dasarnya, setiap anak memiliki proses dan waktu masing-masing dalam menerima jenis makanan baru.
Dengan pendekatan yang penuh kesabaran dan kesadaran akan pentingnya nutrisi seimbang, Bunda dapat mendukung Si Kecil untuk memiliki pola makan yang lebih sehat seiring bertambahnya usia mereka.
Sementara itu, Bunda juga dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk mengatasi anak yang picky eater.
Daftar Isi
5 Cara Mengatasi si Kecil yang Picky Eater

Bunda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk mengatasi anak picky eater, di antaranya:
1. Sabar
Setiap makan, dapat diseimbangkan makanan dengan sayur dan buah di satu sisi piring, dan protein serta biji-bijian atau pati di sisi lainnya.
Saat si Kecil menutup mulut untuk makanan baru, Bunda cukup menyajikannya kembali pada waktu makan berikutnya.
Hal ini merupakan sebuah strategi yang didukung oleh penelitian bahwa anak-anak lebih menerima sayuran baru setelah disajikan beberapa kali.
Jika Bunda hanya mengomel terhadap reaksi anak, mereka akan bereaksi negatif terhadap makanan.
2. Menerapkan Aturan Rotasi
Sebagai langkah membiasakan anak untuk makan sesuatu yang berbeda setiap hari, jangan memberikan makanan yang sama dua hari berturut-turut.
Bunda dapat memberikan variasi makanan dalam setiap harinya agar sang buah hati tidak jenuh, sementara itu, Bunda juga dapat menyampaikan pada si Kecil.
Si Kecil makan wortel saat makan siang kemarin, hari ini anak bisa makan kembang kol atau kacang polong, dan besok sang buah hati bisa makan wortel lagi jika mau.