Keterlambatan bicara juga bisa disebabkan oleh kondisi seperti gangguan pendengaran (yang mungkin disebabkan oleh infeksi telinga berulang), cerebral palsy, serta kelainan perkembangan seperti autisme.
Jika anak mengalami keterlambatan bicara, bukan berarti Bunda melakukan kesalahan.
Yang terpenting, tetap upayakan beberapa hal guna membantu anak belajar seperti membaca, berbicara, dan bermain dengan mereka lebih banyak dari sebelumnya.
Daftar Isi
9 Tanda si Kecil Mengalami Speech Delay

Anak-anak umumnya mulai berbicara dan mengucapkan kalimat sederhana saat memasuki usia 18 bulan hingga 2 tahun.
Namun, tak jarang orang tua menemukan anaknya belum bisa berbicara meski telah menginjak usia 2 tahun.
Berikut adalah 9 tanda sang buah hati mengalami speech delay di usia 2 tahun yang perlu diwaspadai oleh Bunda dan Ayah:
1. Tidak Dapat Mengikuti Petunjuk Sederhana
Sang buah hati dengan masalah terlambat bicara biasanya akan kesulitan untuk memahami instruksi atau petunjuk sederhana, seperti ‘ambil bolanya’, ‘sini datang ke Bunda’.
2. Belum Bisa Mengucapkan Setidaknya 25 kata
Dikutip GENEROS.CO.ID dari Healthline, ciri-ciri terlambat bicara pada usia 2 tahun ketika belum memiliki kemampuan mengucapkan setidaknya 25 kata.
3. Tidak Bermain Pretend Play
Tidak suka bermain berpura-pura atau pretend play juga menjadi salah satu ciri-ciri kemungkinan anak mengalami terlambat bicara, Bunda.
Misalnya bermain pura-pura menyisir rambut bonekanya atau membuat suara mobil dengan mobil mainan.
4. Hanya Memberi Isyarat
Perhatikan kebiasaan anak yang tidak berkata-kata saat menginginkan sesuatu.
Anak yang terlambat bicara biasanya akan memberi isyarat, seperti menunjuk atau mengambil benda yang diinginkan, untuk menyampaikan keinginannya.
5. Belum Mampu Menghasilkan Ucapan Sendiri
Tanda terlambat bicara berikutnya yakni anak hanya bisa meniru tindakan atau perkataan orang lain, bukan menghasilkan ucapannya sendiri. Ini berarti anak belum menghasilkan kata atau frasa secara spontan.
6. Tidak Bisa Mengeluarkan Suara yang Jelas
Apakah Si Kecil hanya mengucapkan beberapa suara atau kata secara berulang-ulang, serta tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi lebih dari kebutuhan mendesaknya.
Jika ya, ada kemungkinan anak mengalami keterlambatan bicara juga, Bunda.