Gangguan-gangguan ini juga sering dikelompokkan menjadi satu karena memiliki gejala yang hampir sama atau sering tertukar dalam penentuan penyebabnya.
Secara umum, istilah keracunan makanan yang sering digunakan untuk menyebut adanya gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Mencakup gangguan-gangguan yang diakibatkan termakannya toksin yang dihasilkan dari organisme-organisme tertentu dan ganggguan akibat terinfeksiorganisme penghasil toksin.
Diketahui, toksin-toksin dapat ditemukan secara alami pada beberapa tumbuhan dan hewan atau suatu produk metabolit toksik yang dihasilkan pada suatu metabolisme.
Bisa disebut dengan intoksikasi pangan adanya gangguan akibat mengkonsumsi toksin dari bakteri yang telah terbentuk dalam makanan.
Sedangkan infeksi pangan disebabkan masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi dan sebagai akibat reaksi tubuh terhadap bakteri atau hasil-hasil metabolismenya.
Jika Bunda sudah mengetahui apa itu mikroba patogen berbahaya, maka tidak maukan sang buah hati merasakan gangguan-gangguan tersebut jika mengkonsumsi suatu makanan yang salah.
Penting bagi orang tua untuk memberikan makanan dan suplemen yang terjamin keamanannya dan bebas mikroba patogen lantaran dapat menyebabkan infeksi pada sang buah hati.
Hal tersebut bisa saja berdampak pada penghambatan pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati, terutama anak yang masih di fase age 0-5 tahun.
Alurnya pun dimulai dari pangan atau suplemen yang terkontaminasi cemaran bakteri patogen (E.coli, Shigella, Salmonella, Clostridia, dsb).
Selanjutnya jika dikonsumsi oleh sang buah hati maka akan terjadi infeksi saluran pencernaan seperti diare atau disentri. Lalu akan menyebabkan hambatan pada pertumbuhan dan perkembangan seperti BB seret, malnutrisi, stunting.
Berikut mikroba patogen dan infeksi saluran pencernaan sang buah hati melalui prevalensi atau tingkat kejadiannya, di antaranya:
- Bakteri patogen seperti E.coli menjadi penyebab diare, sementara Shigella menjadi penyebab disentri, mikroba patogen tersebut dapat mencemari makanan atau minuman.
- Diare merupakan salah satu penyebab utama kematian, terutama pada anak-anak, sekitar10% episode diare pada anak berusa di bawah lima tahun di seluruh dunia merupakan diare berdarah atau disentri.
- Infeksi saluran pencernaan masih menjadi permasalahan yang masif di Indonesia dan sangat rentan dialami oleh balita dan anak-anak.
Infeksi dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati, lantaran infeksi dapat menyebabkan malnutrisi atau kekurangan mikronutrien pada si Kecil.