
Madu hutan juga bisa disebut sebagai madu organik karena nektar yang dimakan oleh lebah berasal dari flora yang tidak terkontaminasi bahan kimia (pupuk maupun pestisida) sama sekali. Sehingga madu hutan benar-benar alami.
Selain flora di sekitar sarang lebah, ternyata cuaca juga mempengaruhi tekstur dari madu yang dihasilkan. Karena sarang lebah berada di alam bebas, maka cuaca sangat berpengaruh. Saat musim hujan, madu yang dihasilkan lebih encer, hal itu karena kandungan air dalam madu meningkat akibat guyuran air hujan.
Sementara itu, madu ternak memiliki rasa yang cukup aman, karena lebah yang menghasilkan madu memakan nektar dari flora yang telah disiapkan oleh peternak. Sehingga rasanya stabil, tidak berubah-ubah seperti madu hutan. Akan tetapi terkadang peternak lebah memberi makan dengan sirup gula cair pada lebah mereka. Sehingga rasa manis dari madu tersebut sebagian berasal dari gula yang telah dikonsumsi sang lebah.
Kandungan Madu Hutan
Setelah mengetahui perbedaan signifikan antara madu hutan dan madu ternak, maka selanjutnya adalah mengetahui manfaat madu hutan bagi kesehatan. Alih-alih menambahkan pengawet yang ada dalam madu olahan, madu hutan mentah penuh dengan enzim, antioksidan, dan mineral.
Menurut informasi dari WebMD, dengan 64 kalori dalam setiap sendok makan, madu lebih dari sekadar gula dan air. Madu mengandung beberapa zat antioksidan, termasuk vitamin E dan zat terkait, flavonoid, dan fenolik, yang ditemukan di banyak buah-buahan, seperti apel dan pisang. Selain itu, madu juga mengandung asam askorbat, atau vitamin C.