
Saat berpuasa, energi yang biasanya digunakan untuk mencerna makanan beralih digunakan oleh otak, yang membuat otak dapat berpikir dengan jernih. Ayah Bunda mungkin tidak akan melihat perubahan mental ini sampai beberapa hari pertama puasa, karena tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Mungkin Ayah Bunda akan mengalami sakit kepala atau nyeri di awal proses. Tetapi setelah tubuh membersihkan diri dari racun, otak memiliki akses ke aliran darah yang lebih bersih. Dan ini akan menghasilkan pikiran yang lebih jernih, memori yang lebih baik, dan peningkatan ketajaman indra yang lain.
Bagaimana Puasa Dapat Mengaktifkan Autofagi?
Saat kita berpuasa, glukosa dalam darah akan habis dan produksi insulin berhenti. Sementara insulin dapat menekan autofagi. Maka dari itu ketika Ayah Bunda berhenti makan maka kadar insulin menurun dan akhirnya autofagi bisa dipicu untuk aktif.
Sebaliknya, ketika kita sibuk makan sehingga organ pencernaan terus bekerja, proses autofagi ini tertunda. Dan ketika proses autofagi terhenti maka sel sebaliknya akan bekerja.
Sebuah studi tahun 2010 menemukan, “Salah satu cara yang efektif untuk menginduksi autofagi adalah dengan pembatasan makanan.” Dan pembatasan makanan ini tidak perlu dilakukan dengan cara diet ekstrem, cukup dengan rutin berpuasa sudah efektif untuk mengaktifkan autofagi tersebut.