Tips Menjaga Kesehatan Anak Selama Berpuasa

Copy Link

NutrisiTumbuh Kembang
6 April 2022
author

Namun, dr. Reza melanjutkan, kembali lagi ke kondisi anak masing-masing. Jika anak memiliki gizi buruk maka risiko anak mengalami hipoglikemia lebih besar, sehingga tidak dianjurkan untuk berpuasa kecuali terdapat rekomendasi dari dokternya dan tidak diatur puasa seharian.

Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak Selama Berpuasa

Dokter Reza menyarankan agar saat berbuka puasa tidak langsung makan terlalu banyak atau perut sampai penuh. Hal itu karena dapat menyebabkan perut kembung, begah, mual dan muntah. Karena perut juga perlu adaptasi dari yang sebelumnya kosong.

Melengkapi Asupan Nutrisi Anak dengan Generos

Kemudian dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi, terdapat kebutuhan makronutrien dan mikronutrien. Sedangkan untuk anak-anak berusia lebih dari 5 tahun maka kebutuhan makronutriennya yaitu karbohidrat (50% – 60%), protein (10% – 20%), lemak (20% – 30%). Anak juga boleh diberikan makanan atau minuman manis saat berbuka puasa asalkan tidak berlebihan.

Baca Juga  Asupan Gizi Terbaik untuk Anak Saat Puasa

“Yang terpenting dari makanan buka puasa anak, pertama rasanya enak namun hindari manis yang berlebihan. Kemudian pilih makanan-makanan yang alami, bukan makanan olahan yang mengandung pengawet, garam, dan lain-lain. Terakhir adalah memberikan menu lengkap yang mengandung makro dan mikronutrien, serta memberikan jumlah cairan yang cukup,” tuturnya.

Adapun batasan konsumsi gula pada anak yaitu kurang dari 10% energi untuh hariannya. Untuk konsumsi garam pada anak usia di atas lima tahun dari National Health Service (NHS) Inggris menyebutkan empat gram/ hari atau satu sendok teh per harinya.

Yang menyebabkan konsumsi garam yang berlebihan pada anak adalah ketika anak mengonsumsi makanan yang telah diolah seperti makanan ringan, mie instan, saus, dan banyak makanan olahan lainnya. Oleh karena itu disarankan untuk memberikan makanan rumahan untuk buka puasa dan sahur kepada anak. Agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi gula dan garam.

Baca Juga  Sensory Play untuk Kecerdasan Anak Bunda

Selain itu juga penting untuk memperhatikan kebutuhan lemak anak. Anak balita dan juga usia di atas 5 tahun membutuhkan lemak sekitar 20-30 persen. Karena lemak, khususnya lemak tak jenuh atau lemak baik seperti omega 3, omega 6 dan sebagainya, baik untuk perkembangan otak dan pertumbuhan anak.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya