Ada sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 6.941 anak-anak berusia 5 tahun untuk mengukur keterampilan bahasa reseptif.
Secara keseluruhan, anak-anak yang menunjukkan tanda keterlambatan dalam keterampilan bahasa reseptif cenderung mengalami masalah kesehatan mental pada usia 34 tahun.
Daftar Isi
Dampak Jangka Panjang jika si Kecil Mengalami Speech Delay

Berikut dampak panjang yang akan dirasakn sang buah hati jika mengalami speech delay, di antaranya:
1. Gangguan pada Akademik dan Pekerjaan
Anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam bicara dan berbahasa akan mengakibatkan anak sulit untuk mencapai pemahaman.
Lebih lanjut, sang buah hati akan sangat rentan dalam kaitannya dengan pendidikan.
Gangguan bicara dan bahasa yang diidentifikasi saat usia 5 tahun, 72 persennya tetap mengalami gangguan di usia 12 tahun.
2. Peningkatan Risiko Ansietas Sosial
Remaja dengan gangguan perkembangan bahasa akan memiliki kadar kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan temannya yang tidak mengalaminya.
Penelitian yang dilakukan oleh Brownlie dan kawan-kawan pada tahun 2016 menunjukkan bahwa anak yang mengalami keterlambatan bicara memiliki peluang lebih besar untuk mengalami ketakutan berlebihan saat bersosialisasi di usia 19 tahun.
Selain itu, anak akan mengalami gejala kecemasan akibat kegiatan bersosialisasi di usia 31 tahun.
3. Kesulitan Dalam Pertisipasi Sosial
Kepada anak yang mengalami keterlambatan berbicara akan lebih berisiko mengalami kesulitan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya.
Kesimpulan tersebut dihasilkan dari penelitian yang dilakukan lebih dari 9 tahun pada 171 anak berusia 7-16 tahun dengan riwayat gangguan bahasa.