- Motorik
Cek perkembangan motorik halus dan kasar anak yang sesuai dengan perkembangan umurnya. Pada usia TK, anak sudah bisa diharapkan untuk berlari, menendang, memegang bola, memegang sendok, atau memegang alat tulis.
Oleh sebab itu, Bunda harus sering mengajarkan stimulasi motorik untuk anak.
Tak kalah penting, Bunda juga harus memperhatikan kesulitan belajar atau gangguan belajar pada anak. Kondisi ini akan berdampak pada proses pembelajaran anak. Baca artikel tentang Atasi gangguan belajar pada anak.
Daftar Isi
5 Cara Memilih Sekolah untuk anak Speech Delay

1. Jarak sekolah
Salah satu pertimbangan memilih sekolah untuk anak speech delay maupun anak biasa yaitu jarak rumah ke sekolah. Jarak kerap dianggap penting karena perjalanan juga akan mempengaruhi kondisi anak.
Ketika perjalanan ke rumah dari sekolah jauh, anak mudah bosan, persiapan sekolah yang terburu-buru. Hingga akan merusak mood anak sekolah.
Maka dari itu, Bunda harus mempertimbangkan sekolah yang diinginkan oleh anak dekat dengan rumah.
Jika kemudian hari terjadi kejadian yang tidak diinginkan, Bunda atau Ayah bisa menghampiri sekolah anak secepat mungkin.
2. Kesiapan Sosial Emosional
Terdapat empat aspek emosi pada seseorang yaitu, marah, sedih, senang, dan takut. Skala perkembangan emosi setiap anak pun berbeda.
Jadi tidak ada rumus yang tetap tentang perkembangan emosi pada anak. Maka, saat berada di lingkungan sekolah, anak akan mempelajari tentang emosinya.
Faktor emosi yang akan mendasari hubungan antara dirinya dengan orang lain. Dengan adanya kematangan emosi, anak mampu membaca emosi orang lain dengan baik.
Sehingga ia bisa bereaksi cepat. Dari sinilah tercipta hubungan yang baik dengan teman sebayanya.
Oleh sebab itu, sebelum anak Bunda sekolah, pelajari dan kenali dulu perkembangan emosinya.
Agar saat ia sekolah, anak bisa mendapatkan pendidikan, membangun hubungan dan emosional yang baik.
Jika anak belum mempunyai kematangan emosional yang baik, ia bisa mogok sekolah karena merasa tidak nyaman dengan teman sebaya dan gurunya.
Jadi Bunda harus lebih peka bentuk emosional yang berkembang pada diri anak. Baru bisa konsultasikan dengan calon guru dari sekolah yang diinginkan.
3. Perkembangan Kemampuan Dasar atau Kecerdasan
Dalam kegiatan belajar mengajar, ada kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh anak.
Diantaranya menyimak dengan telinga atau mata, serta merasai dengan perabaan. Kedua hal ini sangat menentukan kemampuannya belajar di sekolah nanti.
Sehingga ia bisa memiliki kemampuan berimajinasi, kreatif, dan mengingat dengan memori jangka panjang ataupun pendeknya.
Untuk anak speech delay, mungkin akan ada sedikit kesulitan, maka penting untuk melatih kemampuan dasarnya di rumah. Persiapan ini harus dilakukan sampai anak sangat siap untuk sekolah.
Sehingga ia akan mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan baik.