Daftar Isi
Kapan waktu yang tepat untuk melatih anak untuk ikut berpuasa?
Ummi Lulung menjelaskan sebaiknya dalam mengajarkan berpuasa orang tua mengikuti dalil diperintahkannya sholat. Seperti yang diriwayatkan dari Amru bin Syu’aib dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur 7 tahun, dan apabila sudah mencapai umur 10 tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya.” (HR. Abu Dawud: 495)
Dari hadist tersebut diketahui usia 7 tahun sudah mulai diajarkan untuk sholat. Sehingga Ayah dan Bunda bisa mengajarkan anak-anak berpuasa sejak berusia 7 tahun. Dalam melatih anak berpuasa bisa dilakukan secara bertahap, dari yang awalnya hanya puasa sampai jam 10 pagi kemudian meningkat lagi sampai jam 12 siang, dan begitu seterusnya sampai kuat untuk berpuasa penuh.
Pada saat baru diajarkan pun anak juga tidak diwajibkan untuk langsung bisa melaksanakannya selama sebulan penuh. Jika anak terlihat lesu maka Ayah dan Bunda harus mengetahui dan segera meminta anak untuk membatalkan puasanya. Karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, maka penting untuk selalu diperhatikan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuhnya selama berpuasa. Hal ini untuk mencegah agar anak tidak jatuh sakit saat latihan berpuasa.
Bagaimana menjelaskan manfaat puasa kepada anak-anak?
Ummi Lulung mengatakan terdapat dua manfaat puasa yang bisa dijelaskan kepada anak dengan bahasa yang dimengerti anak-anak, yaitu:
- Mengajarkan kepedulian
Orang tua bisa mencontohkan anak-anak fakir miskin yang kurang beruntung yang terbiasa berpuasa. Mereka berpuasa karena memang tidak ada makanan untuk dimakan. Ada pula orang lapar karena sakit yang tidak bisa makan apa-apa. Sedangkan saat kita menahan lapar dan haus dalam rangka berpuasa maka bisa mandatangkan pahala dari Allah Swt.
2. Lebih mensyukuri makanan
Saat anak berpuasa maka kita bisa menjelaskan kepada anak bahwa dengan berpuasa kita bisa merasakan nikmatnya makanan. Karena terkadang anak-anak mengeluh jika diberikan makanan yang itu-itu saja terutama makanan rumahan. Padahal makanan tersebut mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika anak berpuasa maka akan bisa merasakan nikmatnya makanan setelah seharian berpuasa.