Anak down syndrome umumnya memilki rongga hidup yang kecil yang membuat mereka mudah terkena infeksi.
Selain itu, beberapa ciri fisik seperti muka yang datar, bentuk mata keatas, ada lipatan kedalam ujung mata, serta perawakan lebih pendek daripada umur seusianya.
Daftar Isi
5 Upaya Pencegahan Down Syndrome

Walaupun anak down syndrome tidak bisa sepenuhnya disembuhkan. Bukan berarti, orang tua yang ingin mempunyai anak tidak melakukan upaya pencegahan.
Ada beberapa cara upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko down syndrome. Diantaranya:
1. Hamil Di Usia Tepat
Usia ibu mengandung menjadi faktor paling berpengaruh untuk anak down syndorme. Maka, kehamilan pada saat umur di atas 30 tahun perlu diperhatikan. Usia paling baik untuk ibu mengandung yaitu sekitar 24 – 30 tahun.,
Studi dari Philadelphia’s MCP Hahnemann University telah menguji 8.500 wanita dengan usia rata-rata 34 tahun. Hasilnya menyatakan akurasi 85% janin pada ibu hamil tersebut memiliki kelainan kromosom yang menyebabkan sindrom down pada janin.
2. Deteksi Dini
Upaya pencegahan down syndrome pada anak juga dapat dilakuan sedini mungkin, bahkan saat ibu sedang mengandung.
Deteksi dini down syndrome yaitu dengan melakukan pemeriksaan kromosom saat janin berusia 11 minggu.
Setelah itu perlu melakukan skrining lagi pada janin 13 minggu dan mencocokkan hasil pada pemeriksaan saat skrining trimester kedua.
Peneliti menyebut skrining saat trimester pertama dan kedua akan bekerja dengan baik dalam mendeteksi down syndrome. Mereka menyebut skrining trimester pertama “sangat efektif”.
Namun, dengan menggabungkan pengukuran tes trimester pertama dan kedua dapat menghasilkan tingkat deteksi lebih tinggi dan tingkat positif palsu yang lebih rendah.
Perlu diperhatikan lagi ya Bunda, melakukan pemeriksaan kombinasi seperti ini bisa menghabiskan waktu yang cukup lama.
3. Pemeriksaan Kondisi Kromosom
Selain deteksi lewat pemeriksan awal, pemeriksaan down syndrome melalui kromosom juga bisa jadi upaya pencegahan untuk mengetahui apakah janin memilki kromosom berlebih atau tidak.
Kromosom bisa dideteksi atau dianalisis dengan pengambilan CVS (Chronic Villus Sampling) yaitu pengambilan sedikit janin pada plasenta saat usia 10-12 minggu.
Bisa juga dengan pengambilan amniosentesis yaitu pengambilan air ketebuban saat janin berusia 14-16 minggu